Kamis, 21 Maret 2013

123 Anti Kere 2


123 Anti Kere #2
Penulis                   : Inga Laura Ekha
Penyunting             : Gina S. Noer
Perancang Sampul   : Fahmi Ilmansyah
Pemeriksa Aksara    : Fitria Muthmainah & Primanila Serny
Penata Aksara         : Kuswanto
Penerbit                 : PlotPoint
Desain dan Ilustrasi  : Teguh Mashara
Komik                    : Fandhi Gilang Wijarnarko of Papilon Studio
Cetakan                 : Pertama, Agustus 2012
Halaman                : 136 hlm
ISBN                      : 978-602-9481-05-1

Sekuel dari 123 Anti Kere #1, memuat tips dan info anti kere dalam kehidupan sehari. Namun ada perbedaan dengan buku yang pertama, di akhir buku ini penulis cenderung memberikan tips yang serius untuk berhemat (menurut saya ^_^). Hehe
Pada saat saya baca buku ini, ada kejanggalan beberapa tips atau info di dalamnya. Soalnya beberapa tips atau info yang ada di buku ke 2 ini, ternyata sama persis dengan isi di buku yang pertama. Ini list yang saya buat :
No
Tips atau Info
123 Anti Kere
1
2
1
Cari Angkringan
#04 hal 6
#40 hal 39
2
Nongkrong di taman (Monas)
#03 hal 5
#37 hal 37
3
Beli Barang atau jasa diskonan di website
#67 hal 73
#58 hal 63
4
Buat daftar sebelum belanja
#70 hal 75
#59 hal 63
5
Bandingkan harga
#71 hal 76
#60 hal 64
6
Jangan Taruhan
#87 hal 92
#82 hal 87

          Jadi masukan dari saya, untuk cetakan selanjutnya 123 Anti Kere #2 ini tips atau info2 tersebut tidak perlu dimasukkan kembali kan udah ada di buku pertama. Saya kira, tadinya hanya 1 info yang sama di kedua buku tersebut, ternyata lumayan juga lebih dari 1. Hehe ^_^v
          Terima kasih buat buntelan bukunya dari mas Dion Yulianto. ^_^

Bandung, 16 Maret 2013

123 Anti Kere


123 Anti Kere
Penulis                         : Inga Laura Ekha
Penyunting                  : Gina S. Noer
Perancang Sampul      : Fahmi Ilmansyah
Pemeriksa Aksara        : Fitria Muthmainah & Primanila Serny
Penata Aksara             : Kuswanto
Penerbit                       : PlotPoint
Desain dan Ilustrasi     : Teguh Mashara
Komik                         : Fandhi Gilang Wijarnarko of Papilon Studio
Cetakan                       : Pertama, Februari 2012
Halaman                     : 136 hlm
ISBN                            : 978-602-9481-05-1







Buku yang berisi tips dan info dalam menghadapi kerasnya hidup ini, mulai dari hemat belanja, barang-barang harian, dalam pacaran, dalam bergaul dan ketika kita liburan. Tips anti kere yang bisa diaplikasikan juga bagi #TeamGretongan. Hehe ^_^
Masukan / saran yang ditawarkan dalam buku ini, agar kita menghemat uang, memaksimalkan potensi kita ketika sedang kere / boke, dll.
Ilustrasi gambarnya dan komiknya keren, sehingga mendukung beberapa tips dan info dalam buku ini. ^_^
Terima kasih buat buntelan bukunya dari mas Dion Yulianto. ^_^
 
                                                                            
                                                                                          Bandung, 14 Maret 2013

Jumat, 28 Desember 2012

Antara Otak dan Tangan

Otak.. Ide banyak
tangan gatal ingin nulis/ngetik
tapi kadang sarana tdk mendukung
tapi kadang waktu tdk dimanfaatkan sebaik mungkin
sebenarnya menulis merupakan salah satu karesep (B.sunda, artinya kesenangan) saya dalam kegiatan sehari-hari. walaupun saya pemalas. hehe Namun hal tersebut tetap saya usahakan untuk meluangkan waktu dan menyalurkan menulis tersebut dimana pun ada waktu, ada PC/Komputer yang nganggur. ^_^



Pernah terpikirkan untuk membuat sebuah tulisan tentang berbagai hal, termasuk jalan-jalan selama ini, tim gretongan dalam kuis dan lomba, berbagi ilmu dan pengalaman. Yang penting ada 'azzam untuk menyalurkannya menjadi dalam sebuah dokumen atau bahkan buku. Why not?? ^_^

Urang Kereuyeuh weh (Kita jalani sedikit2 aja) yg penting jangan stagnan aja. Ngeles.. xixi

semangKOK dulur... ^_^


sumber gambar : http://www.google.com/imgres?hl=id&client=firefox-a&hs=F6Q&sa=X&tbo=d&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1366&bih=639&tbm=isch&tbnid=CgcL9CP0cmtRbM:&imgrefurl=http://hasan2u.blogspot.com/2011/02/menulis.html&docid=ixf9FincESBP_M&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiidRRzD_Z7aNvq45-9spLNV7idwzraqUjkbN11d7uu9l4l-kKajeoJfujFOrS2AQugCD5DglKgfwDsUBEofRhyXGYRLEWPlO8YZJDAEbCQ8ibGACQAIP_TZOs1W_sKqec-N8KcDL1M3FIP/s1600/218321_0_kursus_menulis_writing_course.jpg&w=1050&h=1050&ei=4ATdULWSDM2PrgeVwIGAAg&zoom=1&iact=rc&sig=108611234770902647494&page=1&tbnh=152&tbnw=170&start=0&ndsp=15&ved=1t:429,r:0,s:0,i:92&tx=122&ty=288


Jumat, 21 September 2012

Tim Gretongan a.ka Gratisan (my version)

Ada beberapa yang tidak tahu apa itu Tim Gretongan. hehe... Tim Gretongan adalah sebutan untuk kawan-kawan yang menyukai kuis, lomba dan sesuatu yang bisa mendapatkan gratisan (tentunya dalam hal positif bray) ^_^ . semenjak mengenal dunia kuis dan lomba di Facebook dan Twitter, sejumlah buku gratisan dan T-shirt sudah menghiasi lemari dan kamarku. xixi...

Alhasil walaupun gratisan, ada hal positif yang saya dapatkan dari Tim Gretongan ini :
a. bertambahnya teman, kawan, saudara dan sahabat
b. melatih kreatifitas kita (khususnya dalam lomba photo, biar unik dan kreatif)
c. menambah wawasan dalam menjawab kuis maupun lomba tsb
d. menambah buku-buku, kaos dan lain-lain.

#Beberapa (buku dan T-shirt) hasil dari gretongan :




Semoga bermanfaat kawan...
Salam Gretongan..

^_^

Jumat, 07 September 2012

IDT = RI

Apakah kita termasuk orang yang berusaha (baca : ikhtiar) terus tanpa berdoa dan tanpa bertawakal kepada Alloh Swt?
Apakah kita termasuk orang yang berusaha terus berdoa dan tanpa bertawakal kepada Alloh Swt?
Apakah kita termasuk orang yang berusaha terus berdoa dan bertawakal kepada Alloh Swt?


Renungan untuk diri sendiri ketika pertanyaan tersebut melintas di benak ini, setelah ikhtiar, doa dan tawakal seolah kita sdh sempurna. Namun ketika fase selanjutnya, hasil kita yg kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan kita, harapan kita dan rencana kita. Kita selalu kesal, kecewa, marah dan dll.


Pada akhirnya, kita menggerutu bahkan (ada) yang mengumpat kepada Alloh Swt. Naudzubillah....


Terkadang kita melupakan tahap selanjutnya setelah ikhtiar, doa dan tawakal (IDT) yakni Ridho serta Ikhlas (RI) akan keputusan Alloh Swt dalam memberikan kehendakNya untk hasil yang kita rencanakan dan kita lakukan tersebut. Teori sih gampang bos, tapi pelaksanaan di lapangannya susah masbro. Memang benar, untk pelaksanaan di lapangannya memang susah. Maka dari itu kita belajar sama-sama untuk mengamalkan Ikhtiar, Do'a dan Tawakal kepada Alloh Swt kemudian kita (belajar) untuk mengamalkan Ridho serta Ikhlas atas semua kehendakNya. ^_^

Salam IDT = RI

Selasa, 10 Januari 2012

KAPITAN PEDANG PANJANG

Judul : Kapitan Pedang Panjang

Penulis : Fira Basuki

Editor : Hayu Handayani, Mira Rainayati

Penata Isi : Budi Triyanto

Desain kover dan ilustrasi : Hagung Sihaq

Cetakan : 2010

Tebal : 265 halaman

Penerbit : Grasindo

“Aku seorang kapitan, mempunyai pedang panjang. Kalo berjalan, prok..prok..” inget waktu kecil nyanyi lagu tersebut, eh sekitar bulan Juli 2011 Teh Dina Begum ngirim salah satu buku hadiah dari lomba dari Kompas Gramedia, dengan judul “Kapitan Pedang Panjang” terbitan Grasindo. Alhasil saya baru beres baca buku tersebut pada tanggal 20 12 2011. karena tertunda dengan aktivitas dan buku-buku yg belum saya baca. #serasa banyak PR baca buku. Hehe

Lelananging Djagad dan Laras Maharani Djagad. Dua tokoh yang ada di buku ini, sangat aktif dengan petualangan mereka, walaupun berbeda generasi. Lelananging Djagad (read : Djagad) merupakan seorang pria keturunan Keraton di Yogyakarta yang lahir pada tahun 1924 (masa penjajahan oleh Belanda), dia berontak dan pergi dari Keraton ketika mengetahui kalo Romo (read : bapaknya) akan menyekolahkannya ke Belanda. Daripada harus mengabdi pada penjajahan, dia memutuskan untuk pergi dari Keraton dan akan kembali lagi pada waktu yg belum dia tentukan. Ditemani Rogo sang abdi dalem Keraton Djagad mengarungi Nusantara mulai Mentawai-Padang sampe Makasar.

Ketika Djagad akan berpetualang di lautan, dia bertemu dengan Kapten Darmo yg meninggal ketika melawan bajak laut dan memberikan Pedang Panjang kepada Djagad serta memberitahu tentang keberadaan kuda sembrani atau kuda terbang yg selalu membimbing pelaut jawa ketika di lautan lepas. Djagad pun berkelana ke Surabaya dan bertemu dengan Kemuning, gadis cantik anak Pak Lurah Suyono.

Saya pribadi salut dengan sosok Djagad, ketika dia dihadapkan dengan permasalahan hidup yg berhubungan dengan cintanya kepada kaum hawa dia selalu berusaha untuk bijaksana dalam menyikapinya. Hal tersebut dia lakukan selama dia mengarungi samudera dan nusantara ini sampai akhirnya dia berhenti tuk berlayar dan mengurus rumah tangganya dengan Kemuning.

Laras Maharani Djagad, cucu dari Lelananging Djagad sosok perempuan yang mempunyai karakter kuat walaupun seperti kodrat wanita yang lainnya juga ketika dia mentok dalam menghadapi suatu permasalahan hidup, dia menyerah akan tantangan hidup ini. Mulai dari perceraiannya, kondisi ekonomi ketika jadi single parent dengan satu anak, apartemen berhantu, pedang panjang dari kakeknya, buku diary sang kakek, dan kisah cintanya dengan Rain.

Dia mempunyai semangat yg sama dengan kakeknya (baca : Djagad), namun Laras tidak setangguh kakeknya. Walaupun akhirnya dia menemukan jalan hidup dia dengan seiring berjalannya waktu, dia menemukan hikmah dari semua permasalahan-permasalahan hidupnya tersebut.

Namun di antara cerita kedua tokoh utama di buku ini, ada satu benda dan satu hewan yang menjadi penyambung Djagad dengan Laras. Pedang Panjang dan Kuda Sembrani. kedua hal ini menjadi bumbu utama dalam alur cerita si kakek dengan cucunya. Pedang Panjang yang mempunyai silsilah tersendiri dari Orang Belanda yang bernama Baron van der Carpellen, hingga diwariskan Djagad pada Laras sehingga akhirnya Pedang Panjang tersebut diserahkan kepada Bowo. Nah kalo kuda Sembrani, pada saat cerita di sosok Djagad muncul mewakili dari diary Djagad itu sendiri namun untuk alur cerita di tokoh Laras, kuda sembrani kurang mewakili eksistensi dia (menurut diriku sih. v^_^v)

Banyak filosofi hidup yang bias diambil dari buku ini, setiap permasalahan hidup manusia yang tidak akan senang terus atau bahagia terus, namun akan selalu ada problem solving setiap permasalahan ketika kita menyikapi permasalahan tersebut sebijak mungkin dan berserah diri kepadaNya.

Secara keseluruhan, saya menyukai buku ini mulai dari cover, isi, lay out, dll. Kalo boleh usul untuk penerbit, untuk lem perekat halamannya tolong diperbaiki lagi. Soalnya buku Kapitan Pedang Panjang punyaku (hadiah dari teh dina ^_^ ), udah ada mo lepas lagi bagian akhir halaman, padahal baru sama 3 orang di bacanya (setahu saya sih). hehe..

Rabu, 07 Desember 2011

Tip Menjaga Peralatan Kemah Tetap Bersih


ANDA termasuk orang yang suka berkemah di tengah alam pegunungan bersama keluarga? Jika ya, jangan lupa, peralatan kemah harus tetap terawat setelah digunakan. Ini dilakukan agar dapat digunakan dengan baik lagi dalam perkemahan berikutnya.

Untuk dapat menjaga peralatan kemah tetap bersih dan baik, berikut beberapa tipnya:

1. Bersihkan tenda

Ketika berkemah, sebelum mendirikan tenda, alasi dulu tanah tempat tenda tersebut akan didirikan dengan terpal. Setelah tenda didirikan, perlu untuk mengalasi bagian dalam tenda dengan terpal untuk perlindungan ekstra, dan memudahkan ketika membersihkannya setelah digunakan.

2. Jika tenda terpapar air hujan

Terkadang cuaca tidak dapat diprediksi, dan terpaksa Anda berkemah di tengah hujan. Bila hal ini terjadi, sangat penting untuk mengeringkan tenda lebih dulu sebelum dimasukkan lagi ke dalam tempat penyimpanan.

3. Bersihkan peralatan masak segera setelah makanan siap disajikan

panci dan kuali tempat Anda memasak makanan harus segera dibersihkan setelah makanan disajikan. Ini dilakukan untuk mencegah makanan tersebut mengendap, dan lengket sehingga sulit dibersihkan.

4. Bawalah kantung plastik besar

Berkemah harus juga menjaga kebersihan alam sekitar. jangan pernah lupakan untuk membawa kantung plastik besar untuk tempat sampah, yang dapat dibuang di tempat pembuangan sampah terdekat sehingga tidak mengotori lokasi perkemahan.

5. Bawa alat-alat kebersihan kecil

Bila memungkinkan, ketika berkemah bawalah alat-alat kebersihan seperti sapi kecil atau kemoceng sehingga kebersihan tenda tetap terjaga dengan baik.

sumber : http://travel.okezone.com/read/2011/12/06/407/538859/tip-menjaga-peralatan-kemah-tetap-bersih