
A barefoot dream
sepakbola dan sepatu sepakbola. kita diingatkan kembali dengan pengalaman kita waktu kecil (yg suka sepakbola) dengan permainan yg murah meriah ini. bermodal satu bola saja kita bisa bermain dengan teman2 kita. bagi yg punya duit atau kelebihan duit, mereka bisa beli sepatu bola sedangkan bagi yg ga punya duit, yg cukup dengan kaki telanjang juga kita bisa menikmati permainan (sepakbola) ini. kondisi ini di angkat ke dalam film A Barefoot Dream, di mana ada seorang warga Korea (Mr.Kim) yg melihat kondisi serupa di Timor Leste. Anak-anak yg bermain sepakbola, hampir semuanya tidak memakai sepatu alias nyeker. orientasi awal Mr.Kim adalah bisnis, karena melihat potensi tersebut Mr.Kim membuka toko Olahraga. mulai dari launching toko sampai beberapa hari ternyata sangat minim bahkan sedikit sekali yg membeli perlengkapan olahraga. Akhirnya Mr.Kim mempunyai ide untuk bisnisnya tersebut, dengan menggunakan sistem cicilan 1 dollar/hari selama 60 hari atau 2 bulan kepada anak2 yg suka main bola d daerah tersebut. hari2 awal sistem pendekatan Mr.Kim lancar, anak2 membayar semua cicilan sepatu tersebut, namun suatu hari sebagian besar anak2 tidak mampu tuk membayar cicilan tersebut.
Ketika hal tersebut terjadi, dengan keinginan yg kuat untuk membantu anak2 timor leste Mr.Kim menghubungi teman2 yg masih berada di Korea tuk membantu atau menjadi sponsorship. Namun yg terjadi adalah yg tidak sesuai dengan harapan, mereka tidak mau membantu Mr.Kim. Mr.Kim memberikan semua perlengkapan sepakbola buat anak2 tersebut termasuk melatih mereka tuk menjadi sebuah tim, di mana Mr. Kim akan mencoba tuk membawa timnya di kejuaraan di Jepang, namun yg menjadi kendala datang bertubi2 mulai dari Motavio yg sering berantem dengan ramos, walaupun udah masuk satu tim, dana untuk pergi ke jepang, dll.
Ketika mimpi tersebut ingin diraih oleh mereka semua, mereka semua berusaha dengan dengan melakukan semua kemampuan mereka, Mr.Kim dengan melobi/menawarkan proposal kepada semua kenalan temannya Mr.Park dari kedutaan korea, anak2 membuat kampanye atau stand buat dukungan dana mereka pergi ke jepang. Mr.Park yg tadinya pesimis terhadap usahanya ini juga membantu Mr.Kim tuk mengirim proposal kepada Mrs. Yoo teman Mr.Kim seorang wartawati yg berada di Korea. Dengan kerja keras semuanya, mimpi mereka tuk berangkat dan mengikuti kompetisi terwujud dengan bantuan Mrs.Yoo.
singkat cerita timnas timor leste bertemu dengan tuan rumah di Final. kondisi Jepang dan Indonesia yg berbeda membuat anak2 asuhan Mr.Kim ga maksimal dalam menjalani final kompetisi tersebut. Babak pertama, timor leste harus mengakui keunggulan Jepang yg mana 2 gol bersarang di Timor leste. pada babak kedua Mr.Kim memasukkan Ramos tuk mengganti Motavio, namun motavia memohon kepada Mr.kim tuk bermain sampe waktu habis. Mr.Kim pun
Babak kedua ada perubahan, dimana Timor Leste mulai bangkit tuk melawan Jepang. ternyata hal yg dikhawatir sama Mr.Kim terjadi di lapangan, ketika Ramos dan Motavia maen bareng, pasti ada rasa egoisme masing2 sehingga terjadi perkelahian antara Ramos dan Motavia, gara2 Ramos tidak memberi umpan kepada Motavio. Mr.Kim pun akhirnya pasrah dengan mimik dia yg kecewa terhadap Ramos dan Motavia. Ramos dan Motavia pun akhirnya sadar, dan mereka berdua menyumbang 1 gol masing2 di tambah gol Tua yg menjadi penentu kemenangan Timor Leste 3 - 2 Jepang.
"Pada Maret 2004, untuk pertama kalinya dalam sejarah Timor timur, tim sepakbola berpartisipasi dalam pertandingan internasional Piala Rivelino 30 di Hiroshima Jepang. Melawan segala rintangan, mereka pergi untuk memenangkan kejuaraan.."
"a dream that he never dreamed"
1."Apapun impianmu, yakini saja bahwa kamu bisa mewujudkannya. Keraguan hanya akan melemahkanmu" (pepatah)
2. "Setiap orang memiliki mimpi, namun tidak setiap orang bersedia bangun dari tidurnya agar mimpinya itu terwujud. (pepatah)
3. "Kita semua mulai dari sesuatu yg kecil, jangan meremehkan awal yang kecil. Jika Anda konsisten, dan jika Anda sabar, Anda akan berhasil" (Kutipan Anda)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar