Senin, 22 April 2013

Mama Cake



Penulis                         : Moemoe Rizal (Berdasarkan skenario oleh Anggy Umbara)
Penyunting                  : Esti A. Budihabsari
Proofreader                 : Wiwien Widyawanti
Cetakan                       : I tahun 2012
Penerbit                       : Pastel Books
Desainer Sampul         : EndOneStuff & Graphz
Ilustrasi Isi                    : Sweta Kartika
Halaman                     : 272 halaman
ISBN                            : 978-602-8994-88-0


                                                #gambar : dari google ^_^
Jakarta; Sabtu pagi hari. Raka, Willy dan Rio  nginap di rumah Lolly setelah acara ulang tahun. Rasa nyenyak tidur Rio terusik suara telepon hapenya yang berdering, ternyata panggilan dari ayah Raka. Raka ditelepon karena Neneknya sedang sekarat dan berada di rumah sakit, namun si nenek dalam keadaan sakit tersebut mempunyai permintaan terakhir ingin dibelikan kue brownies merk “Mama Cake” langsung dari pusatnya yaitu di Bandung. Sebenarnya di Jakarta udah ada cabangnya, namun nenek tetap ingin Mama Cake langsung dari Bandung, dan diusahakan di hari yang sama jam 1 siang sudah bisa diantarkan ke rumah sakit dimana nenek dirawat.
Willy, Rio dan Raka tentunya berangkat ke Bandung pagi itu juga, setelah sidang istimewa (kayaknya sidang wakil rakyat aja. Hehe) membeli Mama Cake tsb. Dengan adanya Tol Cipularang sekarang ini, Jakarta – Bandung kurang lebih 2 jam. 2 jam tersebut tidak berlaku untuk perjalanan tiga sahabat ini, selain ada kemacetan di Tol (karena ada kecelakaan) sehingga Raka memutuskan ke Bandung via Subang, Perjalanan di Subang menabrak seorang pria yang misterius, konflik persahabatan mereka, membeli Mama Cake sampe 3 kali, dan lain-lain.
Buku ini menjelaskan (sebagian) karakter manusia yang diwakili Raka seorang prinsipil yang nurut sama ayahnya, Willy yang sok Eng(lish), sombong, dan playboy serta Rio sang seniman yang menyayangi hewan. Mungkin idealisme yang ditunjukkan oleh tiga karakter tersebut bisa kita ambil hikmahnya dalam setiap alur cerita yang disajikan di buku ini. Setiap orang mempunyai kelebihan dan pasti mempuyai kekurangan juga.
Tokoh pendukung mulai dari Lolly yang polos namun percaya kepada Willy, penjaga toko Mama Cake, cowok misterius yang  tertabrak, Mawar yang bisa jadi tempat curhat Raka menambah cerita makin seru.
(Menurut saya) Hal-hal positif yang diambil dari buku ini;
-       Manusia membutuhkan manajemen kehidupan (termasuk untuk hal-hal ukhrowi), baik pengalaman tentang masa lalu kita, yang sedang kita jalani dan masa depan kita. Kita bisa mengambil hikmah masa lalu kita, menjalani tugas kita sebagai hambaNya dalam mengarungi kehidupan dan beribadah, namun masa depan juga harus terarah.
-       Setiap manusia mempunyai salah dan khilaf, namun hanya manusia hebat yang berani mengakui kesalahan-kesalahannya kepada orang-orang sekitarnya. Disertai memohon ampunan kepadaNya atas semua dosa-dosa kita.
-       Akan ada titik, dimana kita akan merasakan untuk mendekatkan kembali kepadaNya setelah disibukkan dengan urusan duniawi, bisa diingatkan melalui peristiwa sehari-hari maupun melalui hal luar akal sehat.
-       Keseimbangan duniawi dan ukhrowi sangat dibutuhkan, terkadang kita terlena oleh kemegahan dan kenikmatan duniawi sehingga melupakan yang bersifat ukhrowi (khususnya ibadah mahdhoh atau ibadah vertical kepadaNya)
-       Ikhlas. Kunci dalam memerankan skenarioNya dan beribadah kepadaNya. Ada kebahagian tersendiri dalam hati kita, ketika kita sudah melaksanakan segala sesuatu apabila disertai ikhlas karena Alloh Swt
-       Setiap manusia diberikan cobaan atau ujian pasti sesuai dengan kemampuannya
-       Dan yang paling saya suka pembahasan dalam buku ini air wudhu (menyatu dengan air dalam artian wudhu dan prosedur untuk wudhu (lebih tepatnya rukun wudhu); hal 148), sholat dan tentang ikhlas (tentang gerakan sholat dengan makna ikhlas dalam beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari, hal : 160) dan tentang amanah (Bukan masalah asli atau nggak dan resmi cabangnya, tapi masalah amanahnya itu, hal : 246).

“Mulailah segala sesuatu dari hati, bukan dari otak semata”


Bandung, 8 Februari 2013

4 komentar:

  1. Makash ya udah review buku yg saya suka kang :)

    BalasHapus
  2. Great review!
    Thank you so much.
    Saya kok terharu baca review-nya.
    Khususnya poin terakhir.

    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ur welcome masbro, thanks juga untuk buku dan filmnya, semoga bermanfaat bagi kita semua. ^_^

      Hapus