Rabu, 24 April 2013

Septimus Heap – Syren (seri ke 5 Septimus Heap)



Penulis             : Angie Sage
Penerjemah     : Febry E.S
Korektor          : Bayu Ekamana
Tata letak        : MAB
Cetakan           : ke 1, Desember 2011
Hal                  : 624 hal
Penerbit           : Penerbit Matahati



Syren. Pertama mendengarkan membaca, mendengar dan melihat cover buku ini, saya langsung mempunyai gambaran kalo buku ini membahas mantra yang terkandung di dalam botol emas (seperti dalam cover). Ternyata dugaanku lumayan jauh berbeda dengan isi buku ini. Hehe
Syren merupakan arwah jahat yang kerap memancing kapal-kapal menuju kehancuran atau membuat pelaut tergila pada pulau mereka dengan mengombinasikan kekuatan tipuan nyanyian yang meluluhkan dengan menjadi arwah perasuk. Sedangkan botol emas yang terdapat di cover buku ini, merupakan gambaran botol emas di mana Jim Knee terkurung dan dibuka segelnya oleh bibi Zelda untuk Septimus. Perjalanan botol emas dan penghuninya dalam menemukan tuan yang sesungguhnya merupakan plot yang seru, mulai ketika bibi Zelda menitipkan kepada Barney Pot agar memberikannya kepada Septimus (yang mana sudah menjadi murid senior, dengan strip ungu di tuniknya), pertemuan Merrin dengan Jim Knee, dan akhirnya Jim Knee yang pada akhirnya menemukan Septimus asli di kepulauan Syren.
Petualangan Septimus kali ini,  ketika Septimus menjemput Jenna, Nicko, Beetle, Snori, dan Ullr. Dia bertemu lagi dengan Milo Banda (Ayahnya Jenna), Syrah Syara (Murid sang Alkemis, yang dirasuki oleh Syren), penghuni Marauder (Kapten Fry, jakey Fry, dan si kembar Crowe) serta Miarr si penjaga Cattrokk Light. 
Ada beberapa dialog atau pernyataan yang saya kutip di Syren ini. Mulai  
“Kau mahluk apa? Merrin.
“aku adalah jinni” jin.
“adalah apa?” Merrin
Oh demi arwah yang pengasih, yang satu ini benar-benar bodoh ”Jinni“ dengan sangat pelan-pelan “Jin..ni”.
Merrin “Kau Jim Knee?” (Syren : 81)
Dialog ini terjadi saat Merrin membuka botol kecil emas yang dia rebut dari Barney Pot ternyata berisi sesosok jin. Percakapan si Jin dengan Merrin Meredith ini, saya langsung senyam-senyum sendiri. Hehe.. ketika sosok tersebut mengatakan bahwa dia adalah Jinni, eh yang terdengar sama si Merrin itu JIM KNEE. Xixi… alhasil dari percakapan ini, ketika seseorang dilanda kepanikan dan ketakutan, konsentrasi bisa buyar karena nama jin juga jadi berubah. Selain kepanikan, karakter Merrin juga mendukung objetifitas kita dalam menilai tokoh Merrin ini, baik di buku-buku Septimus Heap sebelumnya. Hal ini juga bisa kita saksikan kembali di percakapan berikutnya. ^_^
“Apa kehendakmu, oh tuan agung? Jim Knee.
 Merrin “kehendak? Aku akan hendak apa?”
Jim Knee “hendak? Kehendak! Apa yang menjadi kehendakmu, oh tuan agung. Artinya apa yang kau ingin aku lakukan Bodoh!”
“Jangan panggil aku bodoh” Merrin.
Jim Knee “itukah jawabanmu-jangan memanggilmu bodoh?”.
“ya” Merrin.
“Tidak ada yang lain lagi?” Jim Knee
Merrin “tidak! Ya, ya – pergi sana, pergi sana”(Syren : 81)
Si jin nyaris tidak percaya dengan keberuntungannya. Setelah salah mendengar, Merrin melakukan hal yang menyenangkan bagi si Jim Knee. Bagaimana tidak menyenangkan, kehendak yang diinginkan oleh tuannya tersebut hanya jangan menyebut dia (Merrin) bodoh. Hehe
Kode etik dunia Jin, ketika jin dibebaskan dari alat / wadah di mana dia dikurung. Sang jin harus menawarkan permintaan kepada orang atau tuannya yang membebaskan dia dari kurungan tersebut dan harus melaksanakannya. Namun ketika Jim Knee menanyakan kehendak apa yang diinginkan oleh Merrin (dengan karakter Merrin seperti itu) yang tidak secerdas manusia lainnya, Jim Knee sampe kesal sehingga Jim Knee yang menanyakan kehendak tuannya itu, mesti dijelaskan beberapa kali dan disertai kata bodoh diakhir penjelasan tentang pertanyaan kehendak tuannya tersebut. Ya itulah uniknya sosok Merrin, hehe… jinni = Jim Knee, dan permintaan simple bagi si Jim knee “jangan panggil aku bodoh”.
“Keindahan lebih gampang menjerumuskan orang asing ke dalam bahaya” (Pepatah Laskar Pemuda, Syren : 422)
Pepatah Laskar pemuda ini di satu sisi ada benarnya juga, dikarenakan dalam mengamati keindahan siluet perahu Marauder yang diterangi beberapa bintang malam, karena posisi mereka dalam memandang keindahan tersebut adalah sebagai lawan dari awak kapal tersebut. Sehingga jangan terbuai dengan keindahan apapun ketika posisi kita belum aman.
“Kau tau Jen, hanya karena Milo tidak seperti yang kau inginkan, bukan berarti dia tidak oke. Hanya saja dia oke dengan cara Milo sendiri” (Septimus, Syren : 604)
            “Be your self”. Jadilah diri sendiri adalah terpenting dalam menikmati hidup ini. Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam menyikapi hidup ini, Walaupun kita juga harus proporsional, di mana kita bisa menempatkan hal tersebut dalam menyikapi setiap adegan dalam kehidupan ini.


Bandung, 9 Februari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar